(Doc : Pinterest)
J A R A K
“bagiku, jarak hanya akan menghukum
se-siapa yang memang tak kuat.
Namun, yang aku takutkan, saat ragu
menghampiri kita,
akankah cerita kita kembali berujung pada temu?”
Kota
kembali gemerlap seperti biasa, namun
aku masih berdiri disini, di stasiun tempat dimana kulepas kepergianmu
tadi pagi, perasaan yang entah berawal dari
mana membuatku merasa tak ingin
hari ini berlalu, aku mengencangkan syal merah yang kau beri dua bulan
lalu, aroma dekapan pagi tadi masih melekat jauh dalam ingatanku, begitupun
kepergianmu.
Bagiku,
tak mengapa jika saat seperti ini menghampiri kita, namun sekali lagi aku
ingin menangis sejadi – jadinya
dipelukanmu, lalu memintamu untuk tetap
tinggal. Aku memang percaya bahwa jarak akan menguatkan kita, tapi aku tak bisa
membayangkan bagaimana rindu menghukum
kita hari demi hari.
“kita hanya perlu berkabar setiap
hari” ucapmu
ketika tangisku sedang merayu – rayu di dekapanmu
Kita mungkin tahu bagaimana nanti jarak akan semena – mena mempermainkan
kita, namun bagiku cukup dengan harapan besar yang ku taruh kepadamu, aku yakin
bahwa memang hanya akulah tempatmu akan
pulang.
Kita
memang hanya dua dari ribuan insan yang
terpisahkan oleh jarak, namun tetap saja, jika itu tentangmu aku akan bertahan,
kuharap kau pun begitu.
Malam
semakin pekat, aku mengeluarkan ponsel dan
membaca satu pesan darimu.
“aku pergi, untuk sementara,
seperti katamu kita harus sama – sama kuat, kelak kita tuntaskan rindu
yang mendendam, aku
mencintaimu,sungguh.”
Aku
tersenyum, menutup ponsel lalu beranjak pergi meninggalkan stasiun dengan
keyakinan yang baru.
Aku ikhlaskan kepergianmu, mencapai segala yang kau inginkan, memperjuangkan sesuatu yang aku yakin disana ada aku.
Aku ikhlaskan kepergianmu, mencapai segala yang kau inginkan, memperjuangkan sesuatu yang aku yakin disana ada aku.
semoga istiqamah.

aku senyum-senyum sendiri bacanya..wkwkwkwk
ReplyDeletesemoga istiqamah..
lanjoooottt pak ekooo
ReplyDelete