Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Memori

M E M O R I (Doc: pinterest) . “Bila tak ada lagi percaya, jangan dulu buru – buru mundur, kita bisa merajut kenangan, memutar ingatan pada masa silam” aku percaya kau akan baik- baik saja. Sekarang ku mantapkan langkah menuju jalan pulang, mandi air panas, biar besok aku siap menjalani hari – hari tanpamu. Mataku tertuju   pada sebuah potret yang terbingkai rapi diatas meja, aku setengah tertawa mengingat kejadian hari itu. Ketika aku memaksamu untuk wefie, kau bilang begini “Kita gak boleh sering – sering wefie, karena kita kan ketemu setiap hari, kita bisa pandang -   pandangan sepuas -puasnya” sekarang mungkin kau akan   mengerti bahwa foto berdua itu memang perlu, apaagi ketika saat seperti ini tiba. Oh iya, aku baru saja selesai memasak indomie telur kornet, makanan kesukaanmu kala itu, nanti ketika kau pulang dan waktu masih milik kita, aku pasti akan buatkan lagi, persis seperti kesukaanmu. Kenapa kau belum berkabar. Hujan sedang nakal ...

JARAK

(Doc : Pinterest) J A R A K          “bagiku, jarak hanya akan menghukum se-siapa yang memang tak kuat.            Namun, yang aku takutkan, saat ragu menghampiri kita,           akankah cerita kita kembali berujung pada temu?” Kota kembali gemerlap seperti biasa, namun  aku masih berdiri disini, di stasiun tempat dimana kulepas kepergianmu tadi pagi, perasaan yang entah berawal dari  mana membuatku merasa tak ingin  hari ini berlalu, aku mengencangkan syal merah yang kau beri dua bulan lalu, aroma dekapan pagi tadi masih melekat jauh dalam ingatanku, begitupun kepergianmu. Bagiku, tak mengapa jika saat seperti ini menghampiri kita, namun sekali lagi aku ingin  menangis sejadi – jadinya dipelukanmu, lalu memintamu  untuk tetap tinggal. Aku memang percaya bahwa jarak akan menguatkan kita, tapi aku tak bisa membayangkan bagaimana rindu  menghukum kita hari dem...