(cerita ini hanya fiktif) (doc pribadi) Entah apa yag terjadi padaku senja itu, tiba - tiba sepi menggerogoti pikiranku, ah tidak disini orang masih ramai, bahkan orang – orang terdekat masih di sekelilingku, tapi kuperhatikan satu persatu sibuk meneguk kopi yang dipesan sedari tadi, mungkin sudah dingin, tapi entahlah tiba – tiba anganku mengawang, rasanya aku pernah merasakan se-sepi ini sebelumnya, tapi kapan? Aku mencoba mengotak – atik memori lagi, kapan terakhir kali aku merasa seperti ini dan benar saja aku menemukannya disudut ruang itu, seorang gadis kecil berdiri memandangi surat – surat yang berserakan dan sudah usang, satu surat ditangan gadis itu “for my wife, aku pergi meninggalkanmu,tapi tidak meninggalkan cinta kita, aku pergi untuk satu alasan yang kau tidak akan mengerti, tapi kelak gadis kecil kita akan mengerti, aku mencintaimu walaupun tak lagi hidup berdampingan denganmu, aku menyerahkan seluruh yang aku kasihi padamu, termasuk g...
Berlarilah menuju cahaya -YD