Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Puing Ingatan

(cerita ini hanya fiktif) (doc pribadi) Entah apa yag terjadi padaku senja itu, tiba - tiba sepi menggerogoti pikiranku, ah tidak disini orang masih ramai, bahkan orang – orang terdekat masih di sekelilingku, tapi kuperhatikan satu persatu sibuk meneguk kopi yang dipesan sedari tadi, mungkin sudah dingin, tapi entahlah tiba – tiba anganku mengawang, rasanya aku pernah merasakan se-sepi ini sebelumnya, tapi kapan? Aku mencoba mengotak – atik memori lagi, kapan terakhir kali aku merasa seperti ini dan benar saja aku menemukannya disudut ruang itu, seorang gadis kecil berdiri memandangi surat – surat yang berserakan dan sudah usang, satu surat ditangan gadis itu    “for my wife,  aku pergi meninggalkanmu,tapi tidak meninggalkan cinta kita, aku pergi untuk satu alasan yang kau tidak akan mengerti, tapi kelak gadis kecil kita akan mengerti, aku mencintaimu walaupun tak lagi hidup berdampingan denganmu, aku menyerahkan seluruh yang aku kasihi padamu, termasuk g...

Nada tak Berirama

  Nada melantun rintik – rintik tak bergema Suara dari pensil yang ditoreh pada helaian kertas, Ujung yang tak kunjung menemui akhir Angin masuk pelan – pelan lewati jendela Rasakan garis yang tergaris pada lengan sepi Tak berirama, namun tak hampa Bulan curi – curi gelap malam Tak lagi yakin dengan cahayanya Melepas rona tak bersalah, Hujan lalu turun menyelami hati Hati yang sedari tadi tak bicara Dingin – dingin mulai meresapi bulan yang kesepian Gelap lalu datang tanpa nada Lalu semua riuh tak bernada, tak berirama. Yulia Deswati (Padang,28 Mei 2016)

Perihal Daun Gugur "Pengikhlasan"

Di negeri yang indah ini hanya ada dua musim,musim kemarau dan musim hujan,aku tau tak kan pernah ada yang nama nya musim gugur dan musim semi di Indonesia,namun aku selalu menantikan satu diantara musim yang tak ada itu datang,ialah musim gugur,aku pernah membayangkan berada di suatu tempat kala musim itu tiba,aku sering berkhayal tentang daun yang berguguran,sengaja melepaskan diri dari ranting pohon,kemudian perlahan menghempaskan diri kepermukaan tanah,tak peduli bahwa ia akan mengering dan kemudian terurai. Bersahabat dengan pekatnya hembusan angin,lembut namun mematikan. “bagaimana jika ia adalah diriku?” Ah untuk sekarang aku mungkin belum pernah menemui musim gugur,namun ketahuilah aku seringkali   berada diantara daun gugur ya “diantara daun gugur”(lirik *Resah –Payung Teduh)   ialah satu kalimat yang sering kali kulontarkan tiap kali ada yang mempertanyakan keberadaanku. Ditemani secangkir kopi dan teman yang sama hangatnya,aku seringkali berkisah dianta...

Cerita Bulan Desember

Cerita Bulan Desember Malam itu ku teguk luka Ku sisipkan padanya sedikit   cinta Hmmmm Aku sekarang gila Pada cinta yang jelas ada muaranya Harus aku akui Tapi tetap ku tak bisa biasa Jangan pikir ku tak mencoba Sudah Bahkan sudah berusaha kusudahi hati Lebih kejamnya membunuh hati Agar mati rasaku punya Agar hilang cinta penuh luka (di basecamp pers “gelegar”)   Yulia Deswati