Di negeri yang indah ini hanya
ada dua musim,musim kemarau dan musim hujan,aku tau tak kan pernah ada yang
nama nya musim gugur dan musim semi di Indonesia,namun aku selalu menantikan
satu diantara musim yang tak ada itu datang,ialah musim gugur,aku pernah
membayangkan berada di suatu tempat kala musim itu tiba,aku sering berkhayal
tentang daun yang berguguran,sengaja melepaskan diri dari ranting
pohon,kemudian perlahan menghempaskan diri kepermukaan tanah,tak peduli bahwa
ia akan mengering dan kemudian terurai.
Bersahabat dengan pekatnya
hembusan angin,lembut namun mematikan.
“bagaimana jika ia adalah diriku?”
Ah untuk sekarang aku mungkin
belum pernah menemui musim gugur,namun ketahuilah aku seringkali berada diantara daun gugur ya “diantara daun gugur”(lirik
*Resah –Payung Teduh) ialah satu kalimat
yang sering kali kulontarkan tiap kali ada yang mempertanyakan keberadaanku.
Ditemani secangkir kopi dan teman
yang sama hangatnya,aku seringkali berkisah diantara daun gugur,bicara tentang
daun gugur ia adalah perihal keikhlasan,entah benar atau tidak akupun tak
begitu yakin.
Aku sering berbicara tentang
kerinduan,atau bahkan tentang penantian,ya aku sering mengusik orang-orang
disekelilingku ketika berada ditempat yang sama.
“penantian apa yang menjadi hal
paling menyakitkan di hidup kalian?”
Lalu satu per satu diantara
mereka mulai berkisah tentang hal menyakitkan,diantaranya adalah ditinggal
orang-orang terkasih.
Kembali pada daun gugur
tadi,kurasa daun adalah satu hal yang dikasihi oleh ranting ataupun sebaliknya
mungkin ranting adalah hal yang dikasihi oleh daun,tapi tak ada yang kecewa
ketika daun harus dilempar oleh angin.
“sekali lagi aku tak begitu
yakin.!”
Comments
Post a Comment