Nada melantun rintik – rintik tak bergema Suara dari pensil yang ditoreh pada helaian kertas, Ujung yang tak kunjung menemui akhir Angin masuk pelan – pelan lewati jendela Rasakan garis yang tergaris pada lengan sepi Tak berirama, namun tak hampa Bulan curi – curi gelap malam Tak lagi yakin dengan cahayanya Melepas rona tak bersalah, Hujan lalu turun menyelami hati Hati yang sedari tadi tak bicara Dingin – dingin mulai meresapi bulan yang kesepian Gelap lalu datang tanpa nada Lalu semua riuh tak bernada, tak berirama. Yulia Deswati (Padang,28 Mei 2016)
Berlarilah menuju cahaya -YD