Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Sebuah Masa

Segalanya terurai seperti yang hendak kita tuai, dalam segala masa yang menanti di depan sana belum juga kita beranjak, sedikit saja dari masa yang melenakan, menghancurkan.

Tudung

Semalam aku mendengar kesah yang riuh dalam malam dimana bulan tak lagi muncul. Menghantam kenangan – kenangan agar muncul ke permukaan. Tentang betapa lelah ia menghadapi aku, yang kadang sering menjelma entah. Menjadi apa saja yang aku mau, tak beranjak. Tetap saja langit menjadi tudung untuk rindu yang basah.

Untuk Esok

Untuk hari ini  Semoga segalanya tak pernah kau lupa Tentang mereka yang semoga tak hanya be-retorika Detik menjelma dalam ingatan Memutar kenangan ketika kita jalani hal yang sama Satu tahun, hingga tiga tahun yang lalu  Dengan wajah yang kurang lebih sama  Taklukkan waktu  Detik demi detik  Untuk hari ini  Semoga tetap dalam ingatan  *catatan untuk harian kaderisasi WK- SOSKEM

Tetaplah Jadi Baik, Sayang

Sayang, menjadi orang baik di negeri ini hanya akan menjadikan kau terbunuh, oleh orang - orang yang memang membencimu, atau orang yang kau sayangi. kau tahu kan, dewasa ini perempuan akan menolak pria baik - baik dengan alasan " kau terlalu baik untukku".   Dan kau juga tahu kan, para pejuang, aktivis sosial, dan orang baik lainnya banyak terbunuh, tanpa pernah terungkap pembunuhnya dalam belasan bahkan puluhan tahun. Sayang, menjadi ada juga sekaligus menjadikanmu tiada, saat kau memilih berada di posisi orang - orang yang memang harus dibela, satu detik kemudian kau bisa menjadi tiada. Lalu kau bertanya padaku, apakah semua orang baik akan bernasib sama? apakah di dunia ini tidak boleh ada manusia yang bergerak atas dasar kemanusiaan? Sayang, aku sungguh tak tahu harus menjawab apa, karena apa yang kau pertanyakan juga masih menjadi pertanyaan untukku. Kemarin kau dengar kan? saksi kunci kasus korupsi besar - besaran di indonesia mati bunuh diri di ame...

Dunia dalam kejapan mata

Sekelam gelap dalam kejapan mata menyaksikan ketidakwajaran tentang dunia, dan tentang mata semua berlalu tanpa diminta dan memang tak 'kan bisa diminta berhenti atau melaju lebih cepat apa yang semalam kau lihat bukan semata apa yang terlihat

Mimpi Tak Bertuan

Tuan, Kemarin malam aku datang dalam mimpi yang sengaja kau rangkai Mimpi yang membuat mu berpikir bahwa dengan semua ini kau akan baik – baik saja Tapi sepertinya tuhan mengabulkan permohonanku kali ini Untuk tidak terlihat menyedihkan di depan matamu Tuan Entahlah Kurasa kau berada di pihak yang salah Aku tak membencimu, sama sekali tidak Tapi dengan keadaan ini, kadang aku merasa akulah penyebabnya  Lalu, kemarin aku juga sengaja berdiri diluar jendela depan rumah mu Tuan Aku melihat kekacauan dalam tidur mu  Ah, sekarang tidurmu mulai tak nyenyak tuan Bagaimana ini? Aku harus bagaimana? Tapi bagaimanapun, akulah penyebab kekacauan ini  Lalu, aku perlahan keluar dari mimpimu, untuk tidak lagi kau rindukan.